Anxiety No More, Ini Cara Mengatasinya


blog sittakarina - cara mengatasi anxiety

Gangguan kecemasan kerap membingungkan dan sangat mengganggu. Ketika ini datang, kita bagai didera berlapis-lapis kekhawatiran, tapi kita sendiri nggak tahu apa yang sebenarnya membuat kita begitu khawatir.

Jika selama ini kita kerap mengalami rasa cemas secara berlebihan, penting untuk tahu cara mengatasi anxiety tersebut tanpa menjadi stres karenanya.

 

Anxiety, si Hantu yang Terus Menguras Energi

Anxiety merupakan kondisi stres di mana kita merasa cemas secara berlebihan, biasanya tanpa sebab jelas. Saya ingat perasaan ini ketika awal masuk SMP. Sering kali perasaan jadi cemas banget ketika memasuki maghrib, takut saat hari menjadi gelap.

Setelah berusia di atas 20-an, barulah saya menyadari bahwa dulu anxiety itu timbul karena saya sering menemani Ibu menonton film horor sampai larut, padahal di dalam hati sebenarnya merasa takut dan tidak nyaman. Tentu saja kini saya tidak pernah menonton jenis film itu lagi karena memang bukan genre favorit.

Itu hanya salah satu kondisi anxiety saya dan penyebabnya yang baru diketahui bertahun-tahun kemudian. Ada beberapa kejadian traumatis di masa kecil saya yang terjadi berulang kali dan menjadi pemicu juga.

Sebelum membahas cara mengatasi anxiety, perlu kita ingat bahwa merasa cemas itu wajar, kok. Saya dulu merasa cemas sebelum mengikuti group discussion saat proses melamar pekerjaan. Terus, cemas juga menunggu pengumuman diterima atau tidaknya anak-anak di SD pilihan. Namun, kedua rasa cemas ini berbeda dengan apa yang saya rasakan saat remaja dulu.

Ketika anxiety datang, perasaan itu hampir tak dapat dikontrol. Mata terasa berkunang-kunang, tubuh berkeringat hebat, serta pada beberapa kesempatan jadi sulit tidur. Untungnya, dulu kondisi ini sempat hilang ketika saya asyik dengan hobi menulis dan menikmati serunya berolahraga. Seiring bertambahnya usia dan saya makin menikmati berkumpul dengan teman-teman, frekuensi munculnya anxiety semakin berkurang.

Anxiety yang saya alami tergolong ringan, walau tetap mengganggu. Namun, ini tetap harus diatasi baik secara mandiri maupun melalui bantuan tenaga medis. Jika tidak, kondisi ini dapat berlanjut ke tahap depresi dan tentunya akan mengganggu kebahagiaan hidup kita.

Cara mengatasi anxiety, dari pengalaman saya pribadi, merupakan perjalanan panjang dan perubahan menyeluruh.  A slow, messy process, to be exact. Saya pernah pada tahap sinis dan anti-positive thinking, hingga kini menyadari bahwa:

Being positive is a sign of strength, not weakness.

Karena lebih mudah untuk menyerah dan membenarkan segala sudut pandang negatif, apalagi jika kondisi kita sedang tidak enak. Sedangkan untuk melihat dari sisi yang lebih baik (tanpa abai terhadap keadaan dan perasaan sebenarnya) butuh upaya dan tekad lebih.

 

blog sittakarina - cara mengatasi anxiety 2

Rangkul Hidup yang Lebih Bahagia

Dengan jeli melihat kondisi kecemasan yang kita alami, kita pun jadi tahu harus berbuat apa. Tujuannya tak lain untuk menjadikan diri lebih tenang. Dalam jangka pendek, kita jadi tidak mudah cemas lagi. Sedangkan, untuk jangka panjang, hati kita menjadi lebih tentram dan hidup pun lebih bahagia.

Jadi, ini cara mengatasi anxiety yang selama ini sudah saya upayakan dan cukup berhasil:

1. Latih pernapasan
Saat merasa stres, baik itu dalam bentuk marah, panik, maupun cemas, kita jadi kerap menahan napas. Atau, napas pun menjadi pendek-pendek. Sekarang coba ingat untuk bernapas perlahan-lahan. Tarik dan keluarkan napas secara berirama, tanpa tergesa-gesa. Melatih napas dengan cara ini mampu membuat kita lebih fokus mengendalikan diri. Alternatif lain, saya kadang menghitung dari 1 sampai 10 sampai melatih pernapasan.

2. Tekuni hobi
Ternyata menekuni hobi merupakan terapi untuk meredakan stres dan menyalurkan emosi, terutama emosi negatif. Nggak heran dulu saya sangat menikmati menulis di saat hati sedang kalut dan tak mampu bercerita ke siapa-siapa.

3. Persiapkan diri dengan baik
Persiapan prima saat menghadapi hari, sesimpel apa pun aktivitas kita pada haris tersebut membuat kita lebih percaya diri. Ini terbukti mampu mengurangi kecemasan!

4. Lakukan refleksi
Selalu lihat ke dalam diri, lalu apa saja yang terjadi di sekitar kita. Tulis dalam jurnal dan pelajari polanya. Dengan begitu, kita jadi mampu untuk belajar dari kesalahan dan hal-hal yang tidak berkenan di masa lalu.

5. Jauhi sumber “drama”
Tekanan dari orang-orang yang kerap membuat suasana tidak nyaman tanpa sadar memiliki porsi dalam kecemasan kita. Jika tidak bisa dihindari, lakukan interaksi seperlunya dengan sosok atau gerombolan ini.

6. Menerima dan memaafkan
Butuh waktu untuk dapat menerima dan memaafkan kejadian-kejadian traumatis di masa lalu. Apalagi, jika kita masih sering bertemu orang tersebut. Ini memang salah satu hal tersulit untuk dilakukan, namun bukan berarti ini mustahil.

7. Makan lebih sehat
Makanan junk food terkenal bikin tubuh dan perasaan “berantakan” jika dikonsumsi secara rutin. Coba ganti pola makan dan kebiasaan ngemil kita dengan yang lebih sehat.

8. Olahraga teratur
Olahraga, walau dalam durasi singkat, terbukti bikin perasaan lebih rileks dan tubuh lebih bertenaga. Dengan manfaat seabrek dan after feeling seperti ini, sudah cukup jadi alasan untuk terus berolahraga ‘kan?

9. Jaga sikap dan pandangan positif
Berusaha untuk mengubah sudut pandang negatif menjadi positif (I know it’s hard!) dan tidak memberikan justifikasi apa pun untuk tetap bersikap maupun berpikiran negatif demi perasaan jadi lebih baik.

10. Berserah diri ke Yang Maha Kuasa
Pada akhirnya, setelah melewati proses denial dan pecicilan ke sana-sini, kita tahu bahwa segala stres dan kecemasan terjadi karena kita berusaha melawan kekuatan yang lebih besar, yakni yang berasal dari Yang Maha Kuasa. Mendekatkan diri kepada Tuhan dan konsisten menjalani hal tersebut membuat hati lebih tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tentunya tidak mudah cemas.

Have a beautiful life, folks!

 

*) Feature image via AMERICAN DEADSTOCK


Tags:


Leave a Comment

  • (will not be published)

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>


7 Responses

  1. Wahyudiyanto

    Keren mba, sya penderita anxiety 3 tahun. Apa yg mba sitta tulis itu benar, dn semoga menjadi solusi bagi para penderita anxiety

  2. Nisya

    Thank you Kak Sitta untuk penjelasan anxiety nya pas bgt lg mengalami masalah ini ternyata ada istilahnya baru tahu hehe. Makasih!

  3. Menerima dan memaafkan memang tidak mudah, namun untuk diri sendiri harus bisa kita lakukan. Terima kasih untuk sharingnya kak.

  4. i’m dealing with anxiety too from time to time, so it’s a nice read 🙂